Rabu, 02 Maret 2011

kiat belajar di perguruan tinggi

Cara  belajar
diperguruan tinggi jelas sangat berbeda dengan cara belajar di  sekolah
menengah umum. Sistem belajarnya pun sangat berbeda dengan  sistem
belajar yang harus digunakan di sekolah menengah umum. Belajar di 
perguruan tinggi memerlukan kemandirian dan disiplin pribadi. Setiap 
peserta kuliah dituntut aktif berpartisipasi tidak hanya datang untuk 
mencatat bahan kuliah, tetapi juga untuk berlatih dan berdiskusi dalam 
rangka memahami materi yang diajarkan.

Dosen-dosen akan sangat senang bila mahasiswanya aktif menanyakan 
setiap topik yang dibahas di dalam ruang kuliah maupun di luar kuliah. 
Biasanya dosen menyediakan waktu konsultasi di luar jam kuliah.

    1. Mekanisme Mengikuti Kuliah.
Jangan datang terlambat, karena bila Anda terlambat maka akan 
kehilangan momen penting. Bila momen tersebut hilang, maka akan sulit 
untuk menyesuaikan diri pada laju perkuliahan & laju penyampaian 
materi yang membahas materi kuliah pada saat itu. Materi ini biasanya 
disampaikan dengan padat.
Periksalah materi perkuliahan dengan baik sebelum datang ke ruang kuliah.
    2. Sebaiknya  anda
telah mempelajari terlebih dahulu materi sebelumnya dan membaca  materi
yang akan diajarkan. Jika masih belum mengerti, diskusikanlah  materi
tersebut dengan dosen pengajar pada awal kuliah. Akan lebih baik  lagi
bila anda membaca materi yang akan diajarkan sehingga pada saat 
perkuliahan anda telah memiliki gambaran perkuliahan secara umum & 
tidak terlalu asing dengan istilah-istilah baru yang digunakan dalam 
perkuliahan.
Jangan Anda dengan sengaja meninggalkan kuliah.
    3. Perkuliahan 
adalah suatu rangkaian penyampaian materi. Jika anda sekali tidak ikut 
kuliah, maka anda harus belajar sendiri untuk memahami materinya, dan 
jika materi tersebut belum dikuasai, maka akan sukar untuk memahami 
materi berikutnya. Perlu diingat bahwa hampir seluruh mata kuliah 
mensyaratkan agar dapat mengikut ujian, persentase kehadiran harus lebih dari 90 %.
Berpakaianlah secara sopan dan rapi.
    4. Cara  berpakaian seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut.  Berpakaian rapi
meliputi mentaati norma dan sistem nilai yang berlaku di  masyarakat
serta menutupi seluruh aurat dengan baik. Dengan berpakaian  rapi selain tidak mengganggu orang lain juga menunjukkan bahwa kita  memiliki norma dan sistem nilai yang luhur. Diwajibkan bagi para  mahasiswa memakai
sepatu saat menghadap dosen dan menghadiri  perkuliahan.
Keberhasilan 
dalam menyelesaikan studi di perguruan tinggi dalam waktu yang relative  singkat merupakan impian seluruh mahasiswa, keluarga dan orang tua. 
Namun untuk dapat mencapai sukses yang diinginkan itu bukanlah hal yang  mudah, karena cara belajar di perguruan tinggi lebih bersifat mandiri 
dibandingkan cara belajar di tingkat pendidikan sebelumnya (SMU/SMK) 
yang lebih banyak dibimbing secara langsung oleh para guru.

Oleh karena itu jika para mahasiswa tidak dapat menyesuaikan diri dalam  belajar di perguruan tinggi, maka kemungkinan besar mahasiswa yang 
bersangkutan akan gagal mencapai gelar kesarjaan sebagaimana yang di 
cita-citakan, dan kalaupun berhasil mencapai gelar kesarjanaannya pasti  waktu studi yang dipergunakan untuk meraih gelar tersebut berlangsung 
dalam jangka waktu yang lebih lama dari waktu normal yang seharusnya.

Untuk membantu para mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya di 
perguruan tinggi dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, maka 
diperlukan kiat-kiat belajar yang sukses, yakni sebagai berikut.

    1. Waktu Mengikuti Kuliah.
Dalam sistem perkuliahan konvensional, para mahasiswa diwajibkan untuk 
mengikuti kuliah tatap muka minimal 75% dalam satu semester. Agar 
berhasil mendapatkan tambahan pengetahuan dari dosen dalam kegiatan 
perkuliahan tersebut maka sebelum berangkat ke kampus anda harus sudah 
mempersiapkan diri dengan membaca terlebih dahulu buku wajib dari materi kuliah yang akan disampaikan oleh para dosen pada hari itu. Untuk 
mengetahui jenis buku wajib dan materi apa yang akan disampaikan oleh 
dosen, maka anda dapat mengetahuinya dari Satuan Acara Perkuliahan 
(SAP), yang biasanya diberikan oleh dosen di awal perkuliahan pada 
setiap semesternya.

Seandainya anda belum mendapatkan SAP yang  dibuat oleh dosen, anda
dapat menanyakan garis-garis besar materi  perkuliahan tersebut kepada
pada rekan-rekan mahasiswa senior yang  pernah mengikuti mata kuliah
tersebut. Pakar pembelajaran dewasa ini  sependapat bahwa keberhasilan
dan kebermaknaan dalam belajar ditentukan  oleh kesiapan belajar
(readness of learning), demikian pandangan  konstruktivisme dalam
pembelajaran.

Selain sudah membaca  materi perkuliahan, anda juga diharapkan tidak
terlambat dalam mengikuti  perkuliahan, karena jika anda terlambat
selain dapat mengganggu  kosentrasi dosen dan para mahasiswa lain yang
sedang belajar,  kemungkinan anda juga tidak akan dapat membuat
kesimpulan terhadap  materi kuliah yang disampaikan oleh dosen, karena
anda tidak mendapatkan  informasi materi perkuliahan secara utuh atau
lengkap, karena anda  terlambat masuk ke ruang kelas. Sedangkan untuk
minta dosen mengulangi  penyampaian materi perkuliahan dari awal
tidaklah mudah, karena tidak  semua dosen bersedia untuk melakukannya.

Setelah anda masuk ke  kelas tepat waktu, maka posisi tempat duduk juga
harus anda perhatikan,  karena posisi tempat duduk sangat mempengaruhi
anda dalam menyimak  materi kuliah yang disampaikan oleh dosen. Jangan
sampai tempat duduk  anda dapat menghalangi penglihatan kita terhadap
apa yang dituliskan  oleh dosen di papan tulis, atau apa yang
dipancarkan oleh slide OHP  ataupun LCD.

Selain itu posisi tempat duduk kita jangan sampai  mengganggu
pendengaran kita terhadap suara dosen yang sedang  menyampaikan materi
kuliahnya, karena tidak semua dosen bersedia  menggunakan alat pengeras
suara dalam memberikan kuliah di kelas.

Pada waktu mengikuti kuliah di kelas juga harus mencatat berbagai kata 
kunci atau hal-hal penting sebagai intisari dari materi yang yang sedang disampaikan oleh dosen, dan setelah tiba di rumah bentuk catatan yang  masih berupa garis besar itu harus disalin kembali secara rinci dan 
sistematis ke dalam buku khusus sesuai jenis mata kuliahnya. Proses 
menyalin kembali catatan kuliah ke buku khusus itu harus dilakukan pada  hari itu juga, karena jika ditunda kemungkinan kita lupa memahami makna catatan yang telah kita lakukan, atau catatan kita itu hilang entah 
kemana.

    2. Belajar di Rumah.
Agar seluruh materi perkuliahan dapat dimengerti secara tuntas, maka 
anda harus menyediakan waktu untuk mempelajari kembali seluruh materi 
kuliah yang sudah diberikan oleh para dosen, karena akan sulit bagi kita untuk memahami materi kuliah jika hanya belajar di ruang kelas pada 
waktu tatap muka dengan dosen. Hal ini disebabkan waktu yang tersedia 
untuk belajar di kelas relative lebih singkat, sedangkan materi kuliah 
biasanya sangat banyak sehingga proses belajar di kelas biasanya lebih 
bersifat umum, sedangkan hal-hal yang lebih rinci harus kita baca 
sendiri dari buku wajib yang telah ditetapkan.

Adapun kegiatan  belajar di rumah ini juga termasuk dalam hal
mengerjakan berbagai tugas  yang diwajibkan oleh dosen agar anda dapat
lebih mendalami materi  perkuliahan yang sedang dipelajari.

Agar kegiatan belajar di  rumah dapat mencapai sasaran seperti yang
diharapkan, maka langkah awal  yang perlu kita persiapkan adalah
menyiapkan berbagai keperluan alat  tulis menulis secara lengkap di meja belajar kita, sehingga jika kita  sudah duduk di meja belajar tidak
perlu lagi bergerak kesana-kemari  untuk mencari berbagai alat tulis,
karena semuanya sudah tersedia di  sekitar kita. Selain itu ruangan
belajar kita hendaklah terasa nyaman  dan menyenangkan, tidak terlalu
panas atau terlalu dingin, dengan  sirkulasi udara yang sehat serta
dalam lingkungan yang tenang.

Agar materi kuliah dapat lebih dipahami, maka dari hasil membaca buku 
wajib yang telah ditetapkan itu, kita harus membuat ringkasan atau 
resume. Dalam membuat resume, kita harus menulis kembali pokok-pokok 
pikiran dari buku wajib yang telah kita baca dengan menggunakan redaksi  kalimat yang kita buat sendiri agar lebih mudah dipahami.

    3. Memanfaatkan Perpustakaan.
Pada dasarnya perpustakaan itu hanyalah membantu kita untuk melengkapi 
bahan bacaan yang sudah kita miliki sebelumnya. Oleh karena itu untuk 
berbagai buku wajib yang sudah ditentukan oleh dosen sebaiknya dapat 
kita miliki secara pribadi, jadi untuk buku wajib kita tidak perlu lagi  meminjamnya dari perpustakaan, karena biasanya untuk buku-buku tertentu jumlahnya masih terbatas dan jika ingin meminjam juga dibatasi waktu,  sehingga belum selesai buku itu kita pelajari sudah harus dikembalikan.

Namun jika situasi yang belum memungkinkan untuk anda memiliki buku 
secara pribadi, atau anda masih memerlukan buku pelengkap yang lain, 
maka penggunanaan fasilitas perpustakaan merupakan salah pilihan yang 
tepat bagi para mahasiswa agar bisa mendalami berbagai materi 
perkuliahan/pengetahuan yang sedang dipelajari.

Untuk  mendapatkan buku-buku yang diperlukan maka langkah awal yang
perlu  dilakukan adalah melihat daftar katalog yang biasanya disediakan
di  ruang perpustakaan. Dari daftar catalog ini anda dapat melihat judul buku dan nama pengarangnya yang telah disusun secara alfabetis,
sehingga  anda mudah untuk menemukan buku- buku yang anda perlukan.
Biasanya  buku-buku yang sejenis seperti yang kita perlukan tersebut
jumlahnya  relative banyak, karena pada satu judul buku dikarang dan
diterbitkan  oleh berbagai pihak, sedangkan berdasarakan aturan biasanya jumlah buku  yang dipinjam tidak boleh lebih dari dua buah judul,
sehingga  berdasarakan aturan ini kita harus bisa memilih judul-judul
buku yang  betul-betul sesuai yang kita perlukan.

Untuk menentukan judul  buku yang sesuai dengan yang perlukan itu, maka
kita harus dapat membaca  sepintas terhadap berbagai buku yang ada di
perpustakaan, dan dari  membaca sepintas ini kita dapat menetukan buku
pilihan sesuai yang kita  perlukan. Berbagai  uraian singkat tentang kiat-kiat tersebut di atas
merupakan pedoman  belajar di perguruan tinggi yang berlaku secara umum, namun anda dapat  melengkapinya dengan kiat-kiat lain yang anda rasakan lebih mudah untuk  anda terapkan di lingkungan diri individu anda
masing-masing. Selamat  belajar semoga anda sukses mengapai cita-cita,
amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar